
- 03/25/2025
- Alif Sowandono
- 1 Comment
- Artikel Umum
Pentingnya Pelatihan Fire Fighter Bagi Pekerja Dapur di Sektor Energi
Sebanyak 20 karyawan PT Indocarter, perusahaan penyedia layanan katering dan logistik untuk sektor minyak dan pertambangan, mengikuti pelatihan Basic Fire Fighter pada 13–14 Februari 2025.
Diselenggarakan oleh PT Davai Karya Pratama, pelatihan bertujuan membekali karyawan dengan keterampilan dasar pemadaman kebakaran, terutama di lingkungan kerja berisiko tinggi seperti kilang minyak dan lokasi tambang terpencil.
“Tim kami harus mampu bertindak sebagai first responder sebelum petugas datang. Ini krusial untuk mengurangi gangguan operasional klien,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Seperti diketahui, data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23% insiden kebakaran di sektor jasa pendukung industri energi pada 2023, berasal dari area dapur mobile dan listrik darurat.
Data BPJS Ketenagakerjaan 2024 juga menyebut kebakaran menyumbang 15% klaim cedera di sektor jasa logistik pendukung energi.
Achmad Rivai, Direktur Utama PT Davai Karya Pratama, menekankan pelatihan ini merupakan langkah strategis membangun budaya siaga bencana. “Di industri migas dan tambang, semua pihak—termasuk mitra pendukung—wajib memiliki kapasitas respons cepat. Karyawan tak hanya paham teori, tetapi juga terlatih praktik,” tegas Achmad dalam keterangan resmi.

Pelatihan ini sejalan dengan Kep. 186/Men/1999 tentang Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, mencakup simulasi pemadaman api berbahan bakar minyak, evakuasi korban, dan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) kelas B-C.
Ria, Instruktur Utama PT Davai, menjelaskan, modul pelatihan dirancang khusus untuk mengatasi risiko unik industri katering lapangan.
“Kebakaran di dapur mobile melibatkan dinamika khusus, seperti penggunaan gas LPG skala besar atau penyimpanan bahan mudah terbakar di area terbatas. Tim harus mampu bertindak dalam 3 menit pertama untuk mencegah eskalasi,” jelas Ria.
Pelatihan ini mencerminkan tren peningkatan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri pendukung sektor strategis Indonesia. Sepanjang 2024, Kemnaker mencatat 18 kasus kebakaran di area kerja sektor migas dan tambang, 30% di antaranya melibatkan mitra kontraktor atau penyedia jasa.
“Klien di sektor migas kini semakin selektif memilih mitra dengan sertifikasi K3. Ini bukan hanya soal perlindungan karyawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis di industri yang berkembang pesat,” tambah Achmad Rivai.
Pelatihan nya bagus nih .. bisa meningkatkan kesadaran bagi tenaga kerja dimanapun sebenernya ya kalo kaitan dengan kebakaran..kn bisa terjadi dimana aja..gak cuma di dapur..keren..keren..